JANGAN
PAKSA AKU MELEPASKAN-NYA
Sejak saat itu ia
dikucilkan oleh teman2nya. Entah karena apa, yang jelas ia tidak mau menduga
duga alasan apa yang membuat ia dikucilkan oleh teman2nya. Karena ia jg tidak
mau su’udzon terhadap teman2nya. Ia itu bernama Silmy Ayyu. Silmy baru saja
lulus SMA thun kmrin dan ia mendapat beasiswa kuliah jurusan Ahli Gizi di
“California Polytechnic University-San Luis Obispo” . Namanya saja sudah ribet,
pasti tempat kuliahnya berada di luar negeri tepatnya sih di Amerika Serikat. Sudah dapat dipastikan bahwa Silmy merupakan
wanita yang cerdas, krn klo tdk cerdas dia tidak mungkin mndpt beasiswa
istimewa trsebut.
Silmy meninggalkan
kedua orang tua nya yang berada di Indonesia untuk sementara. Kadang ketika
Silmy lg liburan ia pasti pulang ke Indonesia. Ia merasa berat hati ketika ia
diharuskan pergi jauh dari ortunya. Ibunya jg merasa hal sprit itu tp apalah
daya, silmy tdk mau menyianyiakan ksmptn untuk kuliah di amerika, ia rela
melakukan itu jg karena ia berkeinginan untuk menaikkan derajat keluarganya.
Tak banyak orang
yang mau berteman dengan Silmy. Hanya Acha, wanita yang dikenalnya saat ia baru
masuk kuliah karena kebetulan Acha jg merupakan orang Indonesia. Dan Acha tinggal
satu apartemen sama Silmy. Suatu hari, Silmy bertanya ke Acha :
“Acha, km tau
nggak kenapa teman2 kampus mengucilkanku? apa ada yang salah yaa dari aku ? apa
krn aku orang asing ?”
“aku jg org asing
bagi mereka, tp aku baik2 saja kok. Udah hmpir satu semester kuliah disini km
blm jg mengetahui knp km di bully ? kurang peka km sil, udah jelas kalik klo km
itu berkerudung jd bnyak org disini yg gak suka sma km”
“haa? Cuman gara2
itu ? seharusnya mereka menghargai perbedaan keyakinan ini”
“ini di Amerika
sil, bkn di Indo. Disinikan islam itu dinilai jelek sma org2”
“astaughfirullah”
Setelah mendengar
hal tersebut, Silmy lgsg pergi ke kamar untuk melakukan sholat dhuhur.
Sebenarnya Acha jg beragama Islam namun ia tidak seta’at Silmy. Yaps silmy
merupakan wanita yang sholehah, dia
selalu memakai kerudung walau ia selalu dihina oleh teman2nya. Tidak hanya itu,
silmy jg taat melaksanakan perintah allah, sperti sholat, mengaji ataupun
puasa. Walaupun silmy lg di amerika dan banyak cobaan ia tetap taat trhdp
perintah-nya.
Hari demi hari
silmy lalui, kata2 jelek yang dilontarkan teman2nya ia hadapi dengan senyuman.
Hingga suatu ketika ia menjalankan ujian yang diselenggarakan kampusnya. Ia
diharuskan melepas kerudungnya dengan alasan supaya tidak ada perbedaan antara
mahasiswa-mahasiswi yang berada disana. Kampus tersebut melarang mahasiswi yang
berkerudung ikut ujian. Kemudian silmy
di panggil ke ruang dosen untuk menemui dosennya. Dengan lantang dan keberanian
nya, silmy langsung menolaknya. Ia memohon ke dosennya agar mencabut larangan
tersebut. Bukannya mendapat persetujuan dari dosennya, ia malah mendapat
ancaman klo ia tidak mematuhi peraturan ia dilarang mengikuti ujian dan
pastinya itu akan membuat silmy tidak lulus ujian.
Silmy merasa
kecewa dengan peraturan tersebut.
“Acha, menurut
kamu aku harus gimana ?”
“lepas saja
kerudungmu sil, itu akan membuatmu bisa mengikuti ujian. Lagian ngapain sih
kamu pkek kerudung ? disini itu panas, km jg sering di bully gara2 kerudungmu. Aku
jg islam sil, tp ya nggak gitu2 amat”
“berkerudung itu
merupakan kewajiban seorang muslimah cha”
“klo gtu lepas
sementara saja kerudungmu, ketika ujian km lepas kerudungmu, entar klo sudah
selesai pakailah kembali kerudungmu itu”
“enggak mau cha,
aku dulu sudah janji pada diriku sendiri klo aku memakai kerudung harus istiqomah,
aku sudah memantapkan hati untuk tidak melepasnya”
“trus gmna sma
ujianmu ? km rela pengorbananmu slama dsni hrs sia2 cmn gra2 kerudungmu itu ?”
“sudahlah cha, aku
mau minta jawabannya dari Allah saja”
Setelah itu, silmy
masuk ke kamar. Ketika sudah larut malam silmy bangun dari tidur untuk
melaksanakan sholat tahajud. Ia mencurahkan semua isi hatinya dan tanpa ia
sadari ia meneteskan air mata. Silmi merasa lelah dengan keadaan seperti ini,
ia merasa tidak ada keadilan bagi seorang muslimah di negeri ini, ia jg merasa
sangat rindu ibunya.
Mataharipun mulai
bersinar dan silmy kembali masuk kampus. Namun kali ini ia berangkat dengan
wajah yang penuh percaya diri. Ia langsung menuju ke ruang dosen dan keputusan
apa yg diambil oleh silmi ? hmmm yaapps keputusannya adalah …. Silmi rela tidak
ikut ujian dan akan berhenti kuliah. Sunggguh wanita ini sangat istiqomah dlam
berhijab. Ia sangat tau keputusan yang diambilnya ini akan mengacaukan cita2
yang sudah lama diimpikannya. Acha sangat kecewa dg keputusan Silmy. Krna Acha
tau gmna perjuangan Silmy smpai ia bisa mndptkan beasiswa disini, dan Silmy
dengan gampangnya mengacaukan impiannya itu.
“km serius sil dgn
keputusan itu ?”
“aku sudah sangat
yakin cha”
“tapi kan itu akan
membuatmu keluar dari kampus ini sil. Aku sangat kecewa dgn keputusanmu sil!”
“sudahlah cha, aku
gak mau mengorbankan kerudungku demi karirku. Mgkn ini memang jalan yg terbaik
buat aku, Meski aku berhenti kuliah aku yakin semua ini itu pasti ada hikmahnya
kok. Ohya bsok pagi aku akan kembali ke Indonesia. Jaga diri km baik2 yaa
disini, jgn lupa bljr ingat fokus ke kuliah km yaa jgn mikirin cowok dulu cha.
Jgn lupa sholatnya jg yaa, aku yakin suatu saat nanti km jg akan mendapat
hidayah dari Allah dengan menggunakan hijab seperti aku ini”
“tapii sil… ah
sudahlah klo itu yg km anggap baik untukmu. Smg km lebih berhasil di Indonesia”
“amiin cha,
makasii”
Keesokan harinya,
Silmy pergi ke bandara diantar oleh Acha. Walau pada awalnya Acha sangat kecewa
dgn keputusan Silmy. Akhirnya Acha mendukung keputusan Silmy. Perjalanannya
sangat jauh untuk sampai ke Indonesia. Di perjalanan Silmy tak lupa membaca
Al-Quran, yaps ia selalu membawanya kemanapun ia pergi. Setelah berjam-jam di
pesawat, akhirnya silmy sampai di bandara juanda. Dan ia harus melanjutkan
perjalanannya menuju ke Malang. Ia pulang tanpa ada yang menjemputnya, krn
ortunya tdk mengetahui kalau silmy akan pulang.
Sesampainya di
rumah, ia disambut gembira oleh ibu dan ayahnya. Namun ibunya merasakan kejanggalan
krn tak biasanya silmy pulang. Akhirnya silmy menceritakan semuanya ke ortunya.
Sbnrnya silmy tak mau cerita dlu krna takut membuat ayah ibunya kecewa. Namun
naluri seorang ibu sangat kuat, ibunya mengetahui klo silmy lg ada masalah.
Ternyata ayah ibunya tdk kecewa dgn keputusan silmy. Malah kedua ortuya sangat
bangga dengan keputusan silmy walau ia hrs dipaksa teman2 serta dosennya untuk
melepas kerudungnya.
Silmy merasa
senang bisa kembali ke Indonesia tepatnya sih di Kota Malang tercinta ini. Ia
jg merasa senang bisa berkumpul dengan keluarganya lg. Silmypun mulai berkarir
di bidang bisnis kuliner dan lambat laun ia sukses dgn bisnisnya. Dari
pengalamannya kuliah di amerika walaupun nggak lulus ia bisa diterima di
salahsatu perusahan terkenal di kota Malang. Ia bekerja sebagai peneliti gizi
makanan. Entah krn kebetulan atau keajaiban silmy bisa diterima disana. Yang
jelas ini semua merupakan kehendak-Nya. Krna kesabaran dan keistiqomahan silmy
ia bisa sukses di bidang bisnis kuliner yang skrg diteruskan oleh ibunya dan ia
bisa bekerja di perusahan terkenal. Silmy merasa bahagia bisa membuat ayah dan
ibunya bangga, namun itu tidak membuat Silmy merasa sombong, ia tetap taat kpd
Allah dan ia selalu bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar